Catatan Tentang pendidikan di hari pendidikan nasional tahun ini

Catatan Tentang pendidikan di hari pendidikan nasional tahun ini – Pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya di peringati hari pendidikan nasional yang dirayakan secara menyeluruh di Indonesia. Tanggal 2 Mei ditetapkan menjadi hari pendidikan Nasional di latar belakangi hari dan bulan lahirnya pelopor pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara.

Catatan Tentang pendidikan di hari pendidikan nasional tahun ini
Hari Pendidikan Nasional (source pic : www.ngaco.id)

Catatan Tentang pendidikan di hari pendidikan nasional tahun ini

Pada artikel ini saya tidak terlalu membahas tentang kenapa serta alasan secara detail kenapa hari pendidikan nasional harus di rayakan, tetapi saya mencoba mengambil tentang bagaimana perkembangan Pendidikan di Indonesia sampai Tahun ini.

Banyak catatan yang menggaris bawahi hari pendidikan nasional ini, catatan ini merupakan opini dari penulis dan tentunya dari sudut pandang penulis, jika tidak sependapat itu hal yang wajar.

Catatan yang pertama :

Saya memulai dari Metode pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) swasta ataupun negeri, dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. apa yang menjadi perhatian buat saya adalah kurikulum mata pelajaran yang sangat padat. Saya memahami dengan waktu yang padat tersebut semua materi diajarkan baik materi agama, science dan lainnya.

Saya tidak bisa membayangkan bahwa Anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) harus bekerja keras untuk menjalankan kegiatan yang namanya sekolah. padahal saat-saat di usia tersebut waktunya mereka banyak bermain, bersosialisasi atau bergabung waktunya lebih lama dengan orang tua, saya takut ketika anak-anak tersebut pulang kerumah, lupa dengan Ayah dan Ibunya.

Pernah membaca di suatu negara maju seperti finlandia ataupun jepang, anak-anak tingkat SD melakukan pembelajar Etika, tata krama, Disiplin , bersosialisasi dengan sesama yang di dahulukan, berbeda dengan di Indonesia yang mendahulukan ilmu eksak dan lainnya.

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  Ngeblog lagi : Seribu Satu Cerita Bersama DomaiNesia

Contohnya : Bagaimana cara anak-anak mengantri, membuang sampah pada tempat, mematuhi rambu lalu lintas atau cara bersosialisasi dengan teman serta hal lainnya. sehingga sudah besar kelak, mereka memahami arti antri, disiplin dan lain-lain. dan kurikulum tersebut penting menurut saya di masukan di point utama.

Catatan Kedua :

Pengalaman waktu saya sekolah saat SMA (sekolah menengah atas), siswa di bebankan untuk lulus dengan standart min 3 mata pelajaran yang lulus. se ingat saya mata pelajaran tersebut Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Apakah memungkin siswa tersebut memilih 3 mata pelajaran sesuai minat bakat mereka yang di ujikan, bukan yang di syaratkan Pemerintah.

Karena dalam banyaknya mata pelajaran, tidak semua mata pelajaran di kuasai oleh siswa. yang celakanya ketika mata pelajaran yang di syaratkan pemerintah tersebut ketiga-tiganya tidak dikuasai oleh siswa tersebut

Sehingga bukan rahasia umum banyak siswa yang terbebani dengan syarat-syarat tersebut, bahkan ada yang sampai stress. dari sisi sekolah pun guru-guru membuat strategi tertentu agar siswa mereka lulus.

Catatan Ketiga :

Pengakuan terhadap Seseorang yang memiliki pendidikan di Indonesia masih Kaku banget, orang yang cerdas atau pintar secara akademik atau penalaran di lihat hanya dari jenjang pendidikannya dari S1, S2, S3 sampai dengan guru besar (profesor).

Dan saya tersenyum kecil ketika membaca pernyataan Pak Rocky Gerung di sosial media yang isinya “ijasah bukti lo pernah sekolah, bukan bukti lo bisa mikir” dan pernyataan ini memang sedikit menggangu pikiran saya. pada dasarnya belum tentu ada korelasi antara orang yang memiliki pendidikan tinggi cerdas dalam cara berpikir atau menyelesaikan masalah.

Catatan Keempat :

Harus adminstratif, ini pengalaman saya saat tergabung di grup Dosen di Facebook, dan suasana akhir-akhir sangat panas. ketika ada yang nyeletuk bahwa di grup ini yang boleh bergabung adalah dosen yang ber NIDN (memiliki nomor induk nasional) dan kembali saya tersenyum kecut. NIDN tersebut hanya administratif saja, untuk pengetahuan, pengelamanan dan hal lainnya tidak dapat di ukur dengan namanya NIDN. terlalu kecil.

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  Pengalaman Jadi juri Lomba kompetensi siswa SMK Bandar Lampung
Catatan Kelima :

Pemerataan pendidikan belum merata di Indonesia, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, bahwa anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN. secara konstitusional komitmen sudah ada, tetapi pada saat implementasi? itu yang menjadi pertanyaan. di Daerah Indonesia Timur apakah sama pendidikannya dengan Daerah Indonesia Barat. Apakah Gaji/Honor guru di Pedalaman lebih besar dari gaji Guru yang di perkotaan.

Catatan Ke Enam :

Standart soal pada saat UNBK kemarin, beberapa waktu yang lalu sosial media kementrian pendidikan dan kebudayaan mendapat serbuan dari komentar siswa yang mengikuti UNBK, pada intinya soal yang diberikan tidak sesuai materi yang diberikan di sekolah. bahkan ada yang bilang soal tersebut standartnya lebih tinggi seperti ujian masuk perguruan tinggi.

Oke, Pertanyaan saya jika soalnya standart tinggi, kemudian siswa nilai tinggi? terus apa yang mereka harus lakukan? membuat Iron man seperti Toni Stark untuk menjaga dan menyelamatkan dunia. dan bagaimana yang mendapat nilai kecil apakah secara langsung mereka menjadi “Sampah”. itu tidak adil rasanya.

Catatan ke Tujuh

Membaca pernyataan Presiden Jokowi di kompas  lulusan IPB banyak kerja di Bank yang mau jadi Petani siapa? ini problem semuanya, tanpa harus menyudutkan kampus atau pihak-pihak lain. memang tidak ada salahnya lulusan jurusan tertentu tidak linear dengan bekerjanya dimana.

Catatan ke Delapan

Pendidikan kita apakah sudah memiliki Garis Besar Haluan Pendidikan. maksudnya apa? pendidikan kita belum mempunyai tujuan jangka panjang. ganti mentri ganti aturan. Jika sudah ada apakah sudah berjalan dengan semestinya?

Hari Pendidikan Nasional ini, bukan hanya untuk setiap tahun di peringati saja, tetapi waktu berpikir mau dibawa kemana Pendidikan Nasional Indonesia ini, apakah kita serius untuk mengurai problem yang ada, atau tidak.

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  9 Alasan untuk menjawab telepon dari sales kartu kredit

Selamat Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2018

 

jejakdosen.com

Menulis di sudut ruang kamar

Robby Yuli Endra

Seorang Dosen Biasa, yang lagi belajar blog, nulis-nulis pengalaman sehari-hari sebagai dosen atau sisi lain atau pengalaman lain. berharap artikel yang sederhana bermanfaat untuk pembaca. siap menerima saran dan kritik untuk kemajuan blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.