Menulis Proposal PHBD | Program Hibah Bina Desa Ristek Dikti

Program Hibah Bina desa atau PHBD Ristek Dikti adalah Program Pemerintah atau yang lebih tepatnya adalah program kementrian riset dan teknologi pendidikan tinggi. Program phbd ditujukan kepada organisasi mahasiswa di kampus seperti Badan Esekutif mahasiswa (BEM), himpunan mahasiswa jurusan atau unit kegiatan mahasiswa (UKM). pada tahun 2016, saya dan teman-teman mahasiswa mendapatkan pembiayaan PHBD 2016, pada artikel ini saya akan berbagi mengenai Kiat Menulis Proposal PHBD agar dibiayai oleh Pemerintah.

Program Hibah Bina Desa Ristek Dikti sepenuhnya merupakan kegiatan untuk mahasiswa, dosen hanya menjadi pendamping dan pembimbing untuk mahasiswa. Sasaran dari kegiatan PHBD ini adalah mengembangkan karakter mahasiswa dan mahasiswa dapat bekerja sama dengan masyarakat, yang lain mengetahui potensi desa yang akan dibina. Untuk selengkapnya bisa mengunduh Panduan Program Hibah Bina Desa (PHBD) di website resmi : www.phbd.ristekdikti.go.id

Menulis Proposal PHBD
Proses Monitoring dan Evaluasi Proposal PHBD 2016

Menulis Proposal PHBD

Selanjutnya bagaimana Kiat Menulis Proposal PHBD, Sebagai Dosen saya memantau mahasiswa dalam proses pembuatan proposal, setidaknya saya dapat mempelajari dan mengetahui alur tata cara program tsb sehingga tepat sasaran.

Yang harus, dilakukan sebelum menulis Proposal PHBD.

  1. Observasi (pengamatan)

Hal ini menjadi penting, Karena pada proses ini mahasiswa dapat mengetahui potensi desa yang akan dijadikan desa binaan.

  1. Baca Panduan PHBD secara seksama, kalau tida mengerti tanyakan ke dosen pendamping
  2. Sesuaikan Tema Proposal dengan keadaan atau potensi calon desa binaan.

Pada Panduan PHBD, terdapat 9 tema yang dapat diangkat yaitu tentang kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, seni budaya, teknologi infomasi dll. Dari 9 tema tsb sesuaikan hal apa yang akan di angkat untuk menulis proposal PHBD.

Sebagai contoh pada saat kami di monev (monitoring dan evaluasi) di bulan oktober 2016 yang lalu, ada beberapa kampus yang mendapatkan pembiayaan pada program PHBD 2016, kebetulan kampus kami menjadi host atau tuan rumah dari kegiatan monev tsb. Selain proposal kami yang mengangkat tema “Teknologi Informasi dan Komunikasi”, saya melihat proposal serta tema yang menarik diangkat oleh kampus lain seperti pembudidayaan cacing sutera yang dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa Ilmu Komputer. Secara langsung saya tidak mengetahui keilmuan tsb cocok atau tidak dengan Pembudidayaan Cacing Sutera. Hiks

Kemudian contoh lain, Mahasiswa dengan latar belakang FISIP, menulis proposal PHBD dengan mengambil tema pembuatan tempat wisata pemandian air panas. Well,akhirnya saya menyadari bahwa kegiatan PHBD ini tidak ada harus linear dengan latar belakang jurusan dan Program Studi Mahasiswa. Tetapi ditekankan pada potensi desa calon binaan.

  1. Ingat Kegiatan PHBD ini , untuk Melatih dan mengembangkan karakter mahasiswa serta membuat mereka siap turun ke masyarakat ketika mereka lulus kuliah.
  2. Selanjutnya, Kiat Menulis Proposal PHBD adalah bedakan antara kegiatan PHBD dengan Penelitian.

Bagi saya sejujurnya sebagai dosen pembimbing pada tahun 2016, saya masih awam apa luaran yang diinginkan, kami membuat luaran hamper sama dengan luaran Penelitian seperti Publikasi Ilmiah baik Jurnal nasional ataupun internasional, menjadi presenter di kegiatan ilmiah dan lain-lain. Kebetulan, pada tahun 2016 kampus kami umumnya, serta saya dan teman-teman mahasiswa khususnya baru pertama kali di biaya pemerintah Karena proposal PHBD kami lolos.

Dan saya baru mengetahui, ketika mendengarkan paparan asesor pada saat visitasi dan monev (monitoring dan evaluasi), yang saya ingat perkataan asesor adalah “Bedakan Mindset Penelitian dengan Program Hibah Bina Desa Ini”, saya menarik simpulan bahwa Luaran PHBD ini adalah memberdayakan mahasiswa, masyarakat, pemerintah serta stakeholder untuk mengembangkan dan menjadikan potensi desa tsb menjadi peluang menghasilkan pendapatan guna memandirikan desa binaan tsb.

  1. Pada saat melakukan Observasi, jelaskan secara jelas kepada apparat desa dan masyarakat desa bahwa kegiatan PHBD ini bukan kegiatan Pemerintah memberikan dana (uang) untuk desa. Dana Tsb dipakai untuk mengembangkan dan menjalankan potensi desa tsb, menurut saya itu Penting
  1. Pada saat Menulis Proposal PHBD ini, Ikuti Panduan Karena dari sisi internal melibatkan banyak pihak. Contohnya : pada proposal ini harus disertai surat yang di tanda tangani oleh ketua badan Esekutif mahasiswa (BEM), tanda tangan Wakil Rektor bidang kemahasiswaan (atau nama lain dikampus anda) serta surat kerja sama dengan kepala desa calon desa binaan.
  1. Siapkan dana cadangan untuk kegiatan tsb, pengalaman kami pengumuman untuk proposal yang dibiayai oleh ristekdikti pada bulan mei, tetapi dana tsb baru di transfer bulan September dan monev dilakukan bulan desember. hmm , jadi pada saat menunggu dana tsb cair, Mulailah Kegiatan tsb jangan ditunda.
  1. Terakhir, kegiatan ini harus mendapat dukungan dari beberapa pihak, seperti kampus, aparat desa, masyarakat, pemerintah daerah serta stakeholder. Kegiatan ini tidak bisa diserahkan begitu saja dipundak mahasiswa serta dosen pendamping. Karena pada tahap ini mahasiswa masih berada dalam proses belajar.

Semoga artikel kiat menulis Proposal PHBD ini dapat menjadi gambaran untuk rekan-rekan mahasiswa semua, sekali lagi ini tulisan ini pengalaman dari admin jejakdosen.com tidak untuk mengurui dan tidak juga menjanjikan untuk lolos..”Belajar dari pengalaman, merupakan pembelajaran terbaik”

Robby Yuli Endra

Seorang Dosen Biasa, yang lagi belajar blog, nulis-nulis pengalaman sehari-hari sebagai dosen atau sisi lain atau pengalaman lain. berharap artikel yang sederhana bermanfaat untuk pembaca. siap menerima saran dan kritik untuk kemajuan blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer | Privacy policy | Term Of Service | Contact admin