Suka duka menjadi penguji sidang skripsi | jejakdosen.com

Dua minggu terakhir dosen-dosen di fakultas saya, sedang sibuk menyelesaikan sidang skripsi periode ganjil 2016/2017. Dan saya salah satunya menjadi penguji pada sidang skripsi tsb. Banyak hal terjadi yang mungkin akan menjadi bahan pembelajar, bahan intropeksi dan bahan seru-seruan atau mengingatkan kembali moment-moment tersebut. Pada artikel kali ini, saya akan berbagi mengenai Suka duka menjadi penguji sidang skripsi. Semua dosen menurut saya memiliki suka dan duka sendiri sesuai pengalaman di kelas/ruang ujian. Dan artikel ini merupakan pengalaman pribadi saya selama saya menjadi penguji skripsi.

Suka duka menjadi penguji sidang skripsi | jejakdosen.com

Suka duka menjadi penguji sidang skripsi | jejakdosen.com
Ilustrasi Proses sidang Skripsi (klik gambar untuk membesar)

Kalau di hitung antara pengalaman suka dan duka, yang saya alami banyak suka dan dukanya. Kenapa ada duka? Sebenarnya duka ini merupakan rasa kekecewaan saya terhadap pribadi saya atau rasa kecewa terhadap apa yang dilakukan/dikerjakan oleh seorang mahasiswa demi LULUS sidang skripsi. Tabu ga sih, memamaparkan kekecewaan di dalam sebuah tulisan. Kalau tabu kita bisa buat menjadi Gula pasir, Tebu pak..tebu ituuuuuuu.

Sidang skirpsi pada tahun ajaran ganjil 2016/2017 di Fakultas saya, seingat saya berjumlah 3 gelombang. Gelombang pertama merupakan Gelombang Mahasiswa yang mau ujian dengan persiapan matang, Gelombang ke dua merupakan gelombang Mahasiswa yang mau ujian dengan persiapan matang tapi dikejar-kejar waktu. Dan Gelombang ketiga ini adalah merupakan tahap yang kebanyakan mempunyai jurus di power of kepepet. Saya pernah menulis di artikel sebelumnya mengenai Persiapan menghadapi sidang tugas akhir semoga menjadi referensi.

Yang menjadi inti dari tulisan ini apa Suka duka menjadi penguji sidang skripsi ?

Saya akan mulai membagikan suka duka menjadi penguji sidang skripsi.

  1. Bangga, kenapa Bangga?

Saya membaca dengan seksama apa yang mahasiswa tulis di buku skripsinya, dari daftar isi, bab I, Bab 2 sampai dengan bab akhir. Hasilnya sangat diluar dugaan, mahasiswa yang saya kenal dan tahu menulis skripsi dengan baik dan menghasilkan produk yang baik juga. Pasti semua penguji pasti bangga akan hal tsb.

  1. Berani berargumen dan persentasi di depan penguji

Sebagian mahasiswa takut berbicara didepan kelas, dan pada saat sidang skripsi ini saya melihat banyak perubahan dari mereka baik secara phycologis ataupun mental. Serta berargumen dengan memiliki dasar tidak asbun (asal bunyi).

  1. Proses panjang skripsi membuahkan hasil

Saya melihat, mahasiswa yang mengerjakan skripsi dengan disiplin waktu menghasilkan Tulisan yang baik, Hasil yang baik serta produk yang apik. Produk disini adalah software, atau model serta algoritma. Karena bases dari Fakultas saya adalah Ilmu computer

Duka menjadi penguji sidang skripsi.

  1. Tulisan Berantakan dan hasil tidak nyambung

Hal diatas dialami Karena mepetnya waktu. Nak, Skripsi itu adalah penelitian dan membutuhkan proses dan waktu yang panjang, tidak bisa instant.

  1. Ditanya Cengar cengir

Hal ini terjadi Karena si mahasiswa tidak mengerti apa yang dia tulis dan dia buat.

  1. Memaksa Pembimbing untuk acc

Saya melihat beberapa mahasiswa menganggap remeh dengan skripsi, dan saya melihat ada seorang mahasiwa yang mengerjakan skripsi hanya dalam waktu 2 minggu. Come broo… dengan memaksa pembimbing acc. Dengan mengeluarkan teori dan cerita sedih.

  1. Produk dan software beli ke orang lain

Pola pikir mahasiswa saat mau sidang skripsi sudah menghilangi akal sehat, mereka berpikir instant bagaimana caranya LULUS. Dengan produk yang dibuatkan orang lain, memaksa pembimbing dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli software tsb. Saya tidak setuju akan hal itu, padahal waktu yang dimiliki mahasiswa sangat panjang tetapi diimbangi dengan rasa malas yang besar.

  1. Ketika Persiapan kurang, dan Ga ngerti sama sekali. Pas diumumkan kelulusan DIA Tidak Lulus kemudian Nangis menyesali ke tidak LULUSAN tsb

Kenapa baru nangis ketika tidak lulus, kenapa waktu 6 bulan minimal untuk skripsi disia-siakan. Kenapa malas untuk mengerjakan skripsi, kenapa..kenapa..kenapa? pertanyaan yang saya selalu tanyakan?

  1. Menyumpahin Dosen Penguji

Baru beberapa hari ini saya temukan di Status salah satu mahasiswa yang Tidak Lulus. Dia menungkapkan kekesalannya mungkin dengan menulis Status “Pak Bu Karma itu ada”. Saya memahami mahasiswa ini kecewa tapi menurut saya tidak pantas membuat status tsb. Karena ada dosen dicontact listnya. Dari kata tsb dy menanggap bahwa dosen dengan sengaja tidak meluluskannya. Padahal dia pasti memahami alasan kenapa dia tidak LULUS. Saya takut karma akan berbalik ke dia.. kayak film india main sumpah.

Rekan-rekan mahasiswa, skripsi itu tidak sulit asalkan kamu mau mengerjakannnya, lawan rasa malasmu, ikuti kata pembimbingmu, jangan gunakan senjata the power of kepepet. Karena kami tahu mana skripsi sehari mu atau skripsi yang sebenarnya skripsi. Sekali lagi tulisan ini suka menjadi penguji sidang skripsi hanya untuk menjadi pembelajaran bagi mahasiswa sisi lain dosen penguji.

Robby Yuli Endra

Seorang Dosen Biasa, yang lagi belajar blog, nulis-nulis pengalaman sehari-hari sebagai dosen atau sisi lain atau pengalaman lain. berharap artikel yang sederhana bermanfaat untuk pembaca. siap menerima saran dan kritik untuk kemajuan blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer | Privacy policy | Term Of Service | Contact admin