Peranan Teknologi Informasi untuk Menunjang Tugas Dosen di Era digital

Pada saat ingin mengajar saya masuk ke kelas dimana tempat saya mengajar, mahasiswa sudah berkumpul di kelas tersebut dan kelas terasa hening. Sekilas saya melihat seluruh isi ruangan dan melihat tatap kepala mahasiswa tertunduk dan mata tertuju ke arah Gadget baik itu berbentuk Smartphone, Tab ataupun Laptop. Para mahasiswa seperti autis dan sibuk dengan gadget masing-masing, bahkan rasa tidak peduli ada kejadian di sekitar.

Itu merupakan salah satu kekurangan dari era digital saat ini, tetapi kalau berbicara keuntungan harusnya sangat banyak sekali point-point yang bisa saya berikan. karena internet atau era digital saat ini ibaratkan pisau bermata dua, jikalau digunakan dengan hal kebaikan internet akan menjadi baik dan begitu pula sebaliknya jikalau internet di gunakan untuk keburukan maka hasilnya pun akan menjadi negati atau buruk.

Banyak Hal yang menarik dan tentunya positif dari perkembangan era digital yang cukup merata di berbagai bidang, khususnya di dunia pendidikan seperti saat ini yang saya lakukan. ada dua hal yang saya garis bawahi bagaimana saya sebagai dosen untuk menghadapi perkembangan era digital serta menghadapi mahasiswa yang bisa saya katakan mereka adalah generasi gadgeters. yang apa-apa serba gadget.

Perkembangan dunia dengan era digital untuk seorang dosen

Dampak dari perkembangan era digital, tentu berdampak pula dengan saya sebagai dosen. salah satu contohnya adalah semua perangkat untuk tri dharma perguruan tinggi yaitu yang mencakup (1) Pendidikan dan Pengajaran, (2) Penelitian  dan serta  (3) Pengabdian kepada masyarakat sudah terdigitalisasi.

Pelaksanaan Pendidikan dan Pengajaran Di Kampus

Di kampus tempat saya mengajar pun mulai menerapkan sistem digitalisasi dari sistem akademik, absen digital, e-learning semua dilakukan dengan menggunakan gadget tentunya dengan bantuan internet untuk mendukung Pendidikan dan Pengajaran. dari Kementrian ristek dikti pun sudah banyak menyediakan portal-portal dosen seperti contohnya adalah forlap.dikti.go.id yaitu semacam pangkalan data yang berfungsi untuk melihat track record dosen baik dalam hal mengajar, penelitian atau pkm hanya dengan cara mengakses dari browser di smartphone atau laptop anda.

Dalam hal mengajar di kelas, saat ini saya tidak perlu repot-repot lagi mengabsen mahasiswa dengan menggunakan absen manual. saya cuku membuka link : http://ublapps.ubl.ac.id/ublapps/ saya dapat mengabsen semua mahasiswa yang hadir saat kelas saya berlangsung. dan lebih serunya lagi sebagai dosen saya tidak perlu mengabsen diri saya ke bagian akademik atau administrasi fakultas, karena dengan mengabsen mahasiswa lewat website tersebut secara otomatis saya sebagai dosen pun sudah ikut terabsen.

Pengalaman Menjadi seorang dosen Menghadapi Mahasiswa di Era digital saat ini
Absen digital dikampus kami

 

Kemudian dari sisi metode mengajar, saya sudah mulai mengeser sedikit demi sedikit tentunya yaitu metode pembelajaran yang mendukung perkembangan di era digital. salah satunya adalah menggunakan Dteaching (namanya di kampus kami) atau istilah umumnya adalah E-Learning. di dalam Elearning tersebut banyak fitur yang dapat di gunakan oleh para mahasiswa. dari saya mengupload materi yang dapat di download dengan mudah (jadi mahasiswa tidak perlu mencatat lagi), kemudian membuat soal ujian yang dapat di kerjakan dimana saja dan kapan saja, asalkan memiliki gadget dan internet. selain itu soal ujian tersebut memiliki banyak variasi jenis soal yaitu pilihan ganda, esai, menjodohkan, puzzle dan lainnya.

Gampang Nyotek dong kalau tidak di awasi ?, inilah serunya era digital di dunia pendidikan. dengan kemajuan yang menurut saya sangat pesat fitur pada Learning management system (LMS) banyak yang bagus, salah satunya adalah kemampuan untuk mengacak soal ujian serta point pilihan jawabannya. contoh : jika ada mahasiswa A dan mahasiswa B mengerjakan Ujian bersama-sama, sistem ujian akan mengacak semua soal dan pilihan jawaban. jadi mahasiswa A dan Mahasiswa B kecil kemungkinan untuk mendapatkan soal dan pilihan soal yang sama. dan Mahasiswa A dan B tidak dapat saling memberitahu karena setiap soal diberi waktu yang terbatas untuk mengerjakannya.

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  11 Hal yang tidak perlu kamu bagikan di akun media sosial

Keuntungan dari sisi dosen dengan adanya ujian online tersebut adalah Gak Perlu Ngoreksi. mungkin para pembaca sebagaian pernah menjadi mahasiswa. dan pernah masuk keruangan dosen. ketika mulai masuk minggu ke 8 (waktunya Ujian Tengah Semester) dan Minggu ke 16 (waktunya Ujian Akhir Semester)  tumpukan kertas di meja dosen tersebut sangat banyak, apalagi jika dosen tersebut mengajar di banyak kelas. dan tidak kebayang bagi saya butuh berapa lama waktu untuk mengkoreksi semua jawaban soal uts tersebut??

Tetapi dengan menggunakan ujian online saya tidak perlu melakukan koreksi lagi, secara otomatis sistem memberikan nilai sesuai dengan aturan yang sudah saat buat saat membuat soal ujian, dan ketika mahasiswa sudah selesai mengikuti ujian online. sistem akan memberikan report atau laporan hasil ujian mahasiswa saya. Seru kan..

Selain keuntungan dan keseruan yang telah saya jelskan diatas ada dampak yang positif yaitu Pengurangan penggunaan kertas atau paperless dengan men-digitalisasi data-data yang dahulunya berbentuk cetak dan saat ini mulai kami kumpulkan dengan cara digital.

Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Selain melaksanakan pendidikan dan pengajaran tugas lain seorang dosen adalah melaksanakan penelitian. Dan semua laporan penelitian saat ini semuanya dilakukan secara online dan tentunya ter digitalisasi. contohnya seorang dosen yang yang ingin mengajukan pendanaan proposal penelitiannya, salah satunya adalah meng-upload semua proposal dan perencanaan penelitian ke website yang disediakan oleh Kementrian Ristek Dikti yaitu Sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat atau simlitabmas. websitenya beralamat di http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/

Atau untuk mengajukan akreditasi program studi atau institusi. saat ini dosen/kampus tidak perlu lagi datang ke kantor Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) di Jakarta untuk mengumpulkan berkas-berkas fisik. dan terakhir saya lakukan bersama teman dosen lain yaitu tahun 2014. dengan membawa lampiran berkas yang cukup banyak, laporan tersebut di kumpulkan. tetapi saat ini untuk mengajukan Usulan akreditasi dapat dilakukan secara Online yaitu melalui website https://sapto.banpt.or.id/ (sistem akreditasi perguruan tinggi online). cukup semua berkas yang sudah dalam bentuk softcopy di upload di website tersebut. seru kan

Website Sapto untuk pengajuan Akreditasi Program Studi

Kembali ke masalah penelitian, saat ini hasil publikasi dari penelitian di publikasikan secara online melalui open journal system (OJS) contoh Ojs yang ada di kampus saya yaitu : http://jurnal.ubl.ac.id/ dan terbitan publikasi secara online sangat di haruskan oleh kementrian ristek dikti untuk pengurusan kepangkatan ataupun sertifikasi dosen. Bahkan pemerintah sendiri sudah membuat portal online khusus penelitian yaitu Sinta (sciece and technology index) yang beralamat di http://sinta2.ristekdikti.go.id/

Website Sinta untuk Indexing Penelitian Dosen

Di website sinta ini berisi track record atau rekam jejak publikasi ilmiah seorang dosen. dan semua itu dapat di akses menggunakan smartphone / laptop tentunya dengan bantuan internet. seru kan

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  Al fateka atau Al fatihah Mana yang benar | jejakdosen.com

Lain hal dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat, biasanya saya sebagai dosen langsung terjun ke masyarakat untuk melaksanakan PKM yang berbau teknologi informasi. misalnya memberikan pelatihan komputer dan internet kepada guru-guru SMP. ataupun memberikan pelatihan terhadap Ukm-ukm rumahan untuk menjual produk-produknya dengan menggunakan sosial media seperti Facebook dan Instagram. tentunya tujuannya untuk meningkatkan pendapatan dari Masyarakat yang ada di UKM tersebut.

Seperti di ketahui, perkembangan market place di era digital ini sudah menjadi alasan untuk para ukm untuk bekerja ekstra keras dan menjual produk yang mereka hasilkan untuk di jual secara online. Keuntungannya Tidak butuh tempat atau toko, dapat menekan biaya operasional, pangsa pasar yang luas dan pengiriman yang sangat mudah.

Treatment untuk Menghadapi mahasiswa Gadgeters di kampus

Sebagai seorang dosen, saya tidak dibilang juga gaptek (gagap teknologi). karena secara homebases saya pun mengajar di Fakultas Ilmu Komputer. dan dari kategori umur saya pun tidak bisa di bilang dosen tua. dan saya mengikuti serta menikmati yang namanya era digital.

Lalu bagaimana caranya menghadapi mahasiswa gadgeters di kampus atau di kelas ?

Keberadaan gadget saat ini seperti kebutuhan primer. dahulu kebutuhan primer masyarakat adalah sandang, pangan dan papan. saat ini kebutuhan primer mahasiswa atau anak milenial adalah Gadget, Internet dan Casan. Saya pun pernah iseng bertanya kepada mahasiswa saya, saya bertanya : Kalau anda mempunyai uang 20.000 rupiah, apa yang pertama anda beli? dan serempak menjawab Kuota internet.

Jawaban yang lucu, tetapi serius menurut saya. di era digital saat ini mahasiswa rela untuk tidak makan atau jajan demi kuota internet. coba banyangkan tempat-tempat makan yang laris saat ini, salah satu faktornya adalah keberadaan fasilitas internet yang free alias gratis. walaupun di tempat makan tersebut makanannya tidak terlalu enak.

Kemudian bagaimana untuk menghadapi mahasiswa yang suka memainkan gadget di kelas dan agar fokus? simple jawabnya menjadikan gadget tersebut sebagai sarana mereka untuk belajar. hal tersebut sering saya lakukan, misalnya dalam satu kasus para mahasiswa saya beri tugas untuk menganalis video di Youtube.com atau hal lain mereka memposting tugas mereka di sosial media mereka dengan menggunakan design yang mereka sudah gambar sendiri. dan banyak hal lain yang dapat di jadikan metode mengajar. pointnya adalah menjadikan gadget mereka menjadi tools untuk mendukung pembelajaran

Hobi Lain Saya selain Dosen 

Dosen menurut saya bukan hobby, tetapi merupakan profesi yang harus di pertanggung jawabkan di Dunia maupun di akherat. selain Tugas dan Fungsi yang saya jelaskan di atas yaitu Melaksanakan Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Juga Pengabdian Kepada masyarakat. Saya memiliki Hobby lain yaitu Menulis. Walaupun tulisan yang menurut saya biasa saja, tidak sebagus penulis ataupun blogger ternama.

Awal menulis saya memulai membuat blog alasannya menurut saya adalah  bukan zamannya lagi menulis sesuatu di buku diary yang ada gemboknya dan yang hanya bisa membaca hanya saya dan Tuhan saja. bahkan cerita-cerita pribadi dari diri anda dan di publish lewat bog akan menjadi motivasi dan inspirasi oleh banyak orang. Karena Di Era digital ini anda dapat menjadi bermanfaat untuk orang lain, hanya lewat tulisan di blog anda.

Baca Juga Artikel menarik lainnya :  Tipe pengguna sosial media di internet yang harus diketahui

Dari Filosofi tersebut saya membuat blog pribadi yang saya beri nama www.jejakdosen.com awalnya saya berpikir cara membuat blog sangat sulit, tetapi diluar dugaan saya membuat blog saat ini sangat mudah dan sangat cepat menurut saya. Blog jejakdosen saya ini di buat pada tanggal 08 Februari 2017. secara umur masih muda banget. Dulu saya pernah membuat blog tetapi di blogger dengan subdomain blogspot.com. beberapa tahun menggunakan kok penggunaannya terasa susah. akhirnya saya putuskan untuk menggunakan Content Management System (CMS) WordPress.

Untuk menggunakan CMS WordPress untuk blog, saya harus menyewa hosting. saat ini saya belum terlalu mengerti tentang hosting. dan saya coba browsing dan cari tahu ke beberapa teman mengenai hosting dan domainnya. dan saya mendapatkan informasi dari seorang teman provider tempat untuk menyewa hosting dan domain. Teman tersebut memberitahu tentang domainesia dengan segala kelebihannya. Salah satu Kelebihan tentang domainesia adalah domainesia merupakan tempat sewa hosting murah dan domain murah. selain itu pelayanannya sangat cepat dan ramah. dengan keyakinan tersebut akhirnya saya menyewa domain dan hosting di domainesia.

Setelah Hosting dan Domain Berhasil di sewa, kemudian ada fitur yang namanya Instant deploy di domainesia yaitu fitur untuk membuat blog hanya beberapa menit saja. cukup klik dan blog saya tampil di browser. begitu senangnya ketika saya memiliki Blog pertama kalinya.

Pada saat awak menyewa hosting dan domain di domainesia saya menyewa paket paling rendah yaitu paket hosting SSD Extra 750 mb. setelah berjalan setahun saya menaikan paket dari hosting SSD extra 750 mb ke paket Hosting Super 2 GB.

Akun Domainesia Saya : Blog jejakdosen.com

Ngeblog itu melahirkan kepuasaan batin tersendiri bagi saya. contoh yang paling sederhana adalah dari awal visitor perhari 5-10 orang, saat ini bisa di atas 1000 visitor/hari. selain itu saya di approve google adsense hanya beberapa bulan setelah saya membuat blog ini. walaupun saya tidak terlalu berharap banyak dengan penghasilan di adsense. Di setujui Google adsense merupakan kebahagian tersendiri. karena beberapa kali saya di Tolak oleh Google Adsense.

Setelah Hosting dan Domain Berhasil di sewa, kemudian ada fitur yang namanya Instant deploy di domainesia yaitu fitur untuk membuat blog hanya beberapa menit saja. cukup klik dan blog saya tampil di browser. Dan blog saya terpublish di Internet.

Blog merupakan salah satu media komunikasi di Era digital saat ini, banyak feedback baik berupa komentar atau email masuk kepada saya yang positif tentang tulisan-tulisan di blog saya tersebut. Komentar atau feadback positif tidak ternilai harganya, karena secara langsung memotivasi saya untuk nulis..dan nulis

Era digital tidak dapat di bendung oleh siapapun

Saat ini siapapun harus siap menghadapi era digital, bagi yang tidak mengikuti akan jauh tertinggal. apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 yang lagi serius digalak-galakan oleh Pemerintah. Memang ada hal positif dan negatif pengaruh di era digital dan teknologi informasi.

“Internet merupakan pisau bermata dua, jika digunakan baik maka hasilnya baik dan jika digunakan untuk hal buruk  akan menjadi buruk.”

Saat ini yang dapat kita lakukan adalah memfilter diri sendiri, keluarga dan masyarakat untuk menghadapi era digital ini….

Robby Yuli Endra

Seorang Dosen Biasa, yang lagi belajar blog, nulis-nulis pengalaman sehari-hari sebagai dosen atau sisi lain atau pengalaman lain. berharap artikel yang sederhana bermanfaat untuk pembaca. siap menerima saran dan kritik untuk kemajuan blog ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.